Kupang – PT. Jamkrida NTT (Perseroda) melaksanakan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan Tahun Buku 2025 bertempat di Ruang Rapat Gedung Kantor PT. Jamkrida NTT. Adapun agenda yang dibahas meliputi laporan keuangan serta strategi rencana bisnis PT. Jamkrida NTT pada tahun 2026.
Dalam kegiatan yang berlangsung pada Rabu (11/3/2026) malam, Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena menilai PT. Jamkrida NTT berada dalam kondisi pertumbuhan yang baik serta siap melakukan perluasan bisnis. “Intinya PT Jamkrida NTT (Perseroda) posisinya bagus, sehat, dan terus dibenahi dari waktu ke waktu” ujar Gubernur Melki Laka Lena.
Hal tersebut semakin diperkuat dengan target peningkatan dividen pada tahun buku 2026. Manajemen perusahaan menargetkan dividen sebesar Rp15 miliar, atau meningkat sekitar dua kali lipat dari dividen tahun 2025 sebesar Rp7,5 miliar.
Plt. Direktur Utama PT. Jamkrida NTT, Frits Oscar Fanggidae menegaskan, pihaknya optimis mencapai dividen Rp15 miliar, mengingat pada tahun ini, PT. Jamkrida NTT akan menerima tambahan penyertaan modal dari Pemprov NTT senilai Rp21 miliar. “Dalam rencana bisnis kita, laba bersih kita, diproyeksikan meningkat sampai Rp25 miliar. Supaya proporsi dividen yang akan kita serahkan ke Pemprov itu bisa mencapai 15 miliar,” ujar Plt. Direktur Utama PT. Jamkrida NTT.
Sebagai pemegang saham pengendali, Gubernur Melki juga mendorong PT. Jamkrida NTT untuk ekspansi ke daerah-daerah yang belum memiliki perusahaan penjaminan kredit daerah.
Jamkrida NTT menargetkan ekspansi awal ke Maluku dan Maluku Utara yang dinilai memiliki potensi pasar penjaminan proyek pemerintah daerah, dengan menjalin kemitraan bersama asosiasi kontraktor setempat. Perusahaan akan memanfaatkan sistem penjaminan berbasis digital yang telah diterapkan di seluruh kabupaten/kota di NTT. Melalui sistem ini, mitra di berbagai daerah dapat mengakses layanan secara daring serta mencetak sertifikat penjaminan secara mandiri.
Langkah tersebut menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk menjadikan PT. Jamkrida NTT sebagai salah satu BUMD yang mampu memberikan kontribusi lebih besar bagi kas daerah sekaligus memperluas akses pembiayaan bagi pelaku usaha dan kontraktor di kawasan timur Indonesia. Plt. Direktur Utama PT. Jamkrida NTT menyatakan pihaknya akan bekerja maksimal pada tahun 2026 untuk mencapai target yang telah ditetapkan, termasuk meningkatkan volume penjaminan dan laba perusahaan agar target dividen Rp15 miliar dapat terealisasi.