Direktur Utama PT. Jamkrida NTT, Frengky Amalo, didampingi Direktur Operasional, Octaviana Ferdiana Mae, ditemui di ruang kerjanya, Selasa (2/10/2018) mengatakan, Jamkrida tetap hati-hati memberikan jaminan.

Ottaviana menjelaskan, PT Jamkrida NTT telah bekerja sama dengan tiga bank pemerintah dan BPR di NTT, yakni BRI, Bukopin dan Bank NTT.Octaviana menegaskan, jaminan bagi kredit macet yang dibayarkan ke bank, tetap akan ditagih oleh Jamkrida selama debitur masih hidup.

“Bukan berarti setelah Jamkrida bayar jaminan ke bank, yang bersangkutan terbebas dari kewajiban membayar kreditnya yang macet. Kecuali meninggal dunia,” kata Octaviana.

Frengky mengungkapkan, Jamkrida NTT baru berdiri empat tahun dengan modal kerja Rp 75 miliar dan total asset Rp 102 miliar, total

Frengky mengatakan, keterbatasan dana, selama dua tahun terakhir PT. Jamkrida telah menyumbangkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) NTT hampir Rp 2 miliar lebih yakni pada tahun 2016 sebesar Rp 600 juta dan tahun 2017 sebesar Rp 1,7 miliar.

Octaviana menambahkan, saat ini performance Jamkrida NTT mulai membaik

Octaviana menambahkan, dengan modal kerja Rp 75 miliar, PT Jamkrida NTT sebenarnya diberi wewenang untuk memberikan jaminan sampai 40 kali lipat atau maksimal Rp 3,5 triliun. Sampai tahun 2017, PT. Jamkrida NTT telah menjamin Rp 1,4 triliun.

Octaviana mengungkapkan, pihaknya membutuhkan kantor yang layak untuk mendukung operasional sehari-hari. “Kami sudah usulkan pembangunan kantor baru untuk meningkatkan performance. Kalau kantor sudah lebih baik kita bisa kerja sama dengan bank-bank nasional,” katanya.(*)