Jakarta, TopBusiness – PT Penjaminan Kredit Daerah Nusa Tenggara Timur (PT Jamkrida NTT) merupakan BUMD milik Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang dibentuk untuk memfasilitasi dan menjamin badan usaha maupun perorangan yang akan mengajukan kredit di sektor perbankan ataupun lembaga keuangan lainnya serta koperasi di NTT.

Tujuan utamanya adalah memajukan sektor ekonomi, terkhususnya di bidang Usaha Mikro, Kecil, Menengah dan Koperasi (UMKMK) dan peningkatan kesejahteraan masyarkat secara merata di Provinsi NTT. Hal ini sejalan dengan visi perusahaan yakni Menjadi perusahaan Penjaminan yang sehat, kompetitif, terpercaya dan terus berkembang dalam penguatan sektor usaha UMKMK demi menuju terciptanya peningkatan ekonomi yang tangguh dan merata di seluruh wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Demikian disampaikan oleh Direktur Utama Jamkrida NTT Ibrahim Imang dalam wawancara penjurian TOP BUMD Awards 2022 yang diselenggarakan Majalah Top Business secara virtual pada Kamis (17/2/2022).

Ibrahim mengatakan sebagai upaya untuk mencapai tujuan dan visi perusahaan, Jamkrida NTT telah merumuskan berbagai strategi bisnis baik secara umum maupun layanan serta melakukan berbagai inovasi di bidang pemasaran, layanan pelanggan hingga pemanfaatan teknologi informasi.

“Secara umum kami memiliki strategi bisnis untuk  meningkatan kualitas kinerja dan peran Jamkrida NTT di Provinsi Nusa Tenggara Timur dengan cara pertama, memperluas jangkauan penjaminan baik produktif dan non produktif  dan kedua mendukung program pemerintah Provinsi guna pemberdayaan UMKMK dan juga pelaku usaha jasa konstruksi,” kata Ibrahim Imang.

Dalam hal inovasi di bidang pemasaran dan layanan pelanggan, Jamkrida NTT telah memanfaatkan penggunaan teknologi informasi dengan mengembangkan aplikasi “JEANS” (Jamkrida NTT Enterprise And Network System). Aplikasi ini menggunakan metode online sistem yang terintegrasi dengan aplikasi Host to Host hasil pengembangan sistem penjaminan online, dimana penerbitan Sertifikat Penjaminan (SP) dapat dilakukan secara real time server to server dengan mitra (PT. Bank NTT) sebagai wujud sinergi bisnis sesama BUMD milik Pemerintah Provinsi NTT.

“Pengembangan aplikasi JEANS  dilakukan metode automatic online system yakni percepatan proses bisnis dalam hal efisiensi waktu proses penerbitan Sertifikat Penjaminan dan meminimalisir kesalahan perhitungan yang sebelumnya dilakukan secara manual serta fitur penyajian Pelaporan sesuai ketentuan regulator (OJK) dan pemegang saham,” ujar Ibrahim

Ibrahim Imang menambahkan selain sebagai sarana proses bisnis Penjaminan dan Akuntansi, aplikasi JEANS juga telah dikembangkan berdasarkan best practice pengelolaan Umum dan SDM dengan konsep (framework) sistem pengelolaan SDM yang terintegrasi yang terdiri dari database informasi karyawan, manajemen pelatihan dan pengembangan karyawan dan manajemen kinerja karyawan.

“Aplikasi JEANS kami kembangkan dengan tujuan untuk memberikan kemudahan layanan serta menunjang proses bisnis perusahaan. Aplikasi ini dikembangkan menggunakan Cloud System Database sehingga laporan aplikasi JEANS dapat di akses melalui Smartphone dan Gadget secara online dimanapun dan kapanpun,” sambungnya.

Ibrahim menuturkan dimasa pandemi Covid-19, Jamkrida NTT menetapkan strategi bisnis baru demi tercapainya target kinerja bisnis yang dicanangkan. Salah satunya yakni  dengan memberikan kebijakan pembebasan IJP bagi kredit-kredit yang mendapat perlakuan khusus sesuai ketentuan POJK Nomor 11/POJK.03/2020 tentang Stimulus Perekonomian Nasional Sebagai Kebijakan Countercyclical Dampak Penyebaran Corona virus Disease 2019 untuk para pelaku UMKMK, sehingga dapat menurunkan risiko klaim;

“Kami juga menjalin kerjasama dengan asuransi, dimana Jamkrida NTT bertindak sebagai Agen marketing perusahaan asuransi dalam hal ini terhadap produk penutupan asuransi atas risiko kerugian asset tetap dan/atau inventaris baik dari mitra perbankan Bank NTT, Asset milik Pemprov NTT dan tidak menutup kemungkinan untuk mitra-mitra perbankan/ instansi/ perusahaan lainnya,” papar Ibrahim.

“Selain itu kami telah melakukan perluasan kerjasama dengan mitra baru seperti BPR Timor Rakyat Makmur, Koperasi Marieta, Swamitra Bukopin, BRI Agro Cabang Kupang, dan Koperasi Dewi Gangga,” tambahnya.

Berkat berbagai strategi, inovasi dan terobosan yang dilakukan Jamkrida NTT mampu menghasilkan kinerja yang sangat baik dan bahkan melampaui target dari perencanaan. Dimana tercatat Jamkrida NTT membukukan catatan Laba (setelah pajak) Tahun 2021 sebesar Rp 11.637 miliar, mengalami kenaikan sebesar  14% jika dibandingkan dengan Tahun 2020  yang sebesar Rp10.248 miliar.

Sementara itu total Aset tahun 2021 mencapai Rp 200.558 miliar atau meningkat sebesar 20% jika dibandingkan dengan Tahun 2020 sebesar Rp 167.577 miliar. Adapaun Pendapatan IJP Bersih sampai dengan Desember 2021 adalah sebesar Rp 25.273 Miliar, mengalami peningkatan sebesar 174% jika dibandingkan dengan Tahun 2020 sebesar Rp 9.215 Miliar.

“Dibulan Oktober 2021 kami juga telah melaksanakan tender Pembangunan gedung kantor baru dengan anggaran pembangunan fisik sebesar Rp. 12.656.820.000 yang seluruhnya bersumber dari hasil pengembangan usaha perusahaan. Pelaksanaannya telah dimulai pada tanggal 07 Januari 2022 dan akan selesai pada tanggal 03 September 2022. Harapan kami dengan gedung kantor sendiri yang megah, bahkan salah satu bangunan termegah di wilayah Provinsi NTT akan meningkatkan kepercayaan diri maupun kepercayaan mitra kepada PT. Jamkrida NTT,” ucapnya.

Sumber :
“https://www.topbusiness.id/60589/cetak-kinerja-positif-saat-pandemi-ini-strategi-dan-inovasi-jamkrida-ntt.html”